Senin, 09 Desember 2013
| Segitiga Bermuda |
Sejarah awal Segitiga
Bemuda dimulai pada masa pelayaran Christoper Colombus , ketika melintasi area
segitiga Bermuda, salah satu awak kapalnya mengatakan melihat “cahaya aneh
berkemilau di cakrawala”. Beberapa orang mengatakan telah mengamati sesuatu
seperti meteor. Dalam catatannya ia menulis bahwa peralatan navigasi tidak
berfungsi dengan baik selama berada di area tersebut.
Berbagai peristiwa kehilangan di area tersebut
pertama kali didokumentasikan pada tahun 1951 oleh E.V.W. Jones dari majalah Associated
Press. Jones menulis artikel mengenai peristiwa kehilangan misterius yang
menimpa kapal terbang dan laut di area tersebut dan menyebutnya ‘Segitiga
Setan’. Hal tersebut diungkit kembali pada tahun berikutnya oleh Fate Magazine
dengan artikel yang dibuat George X. Tahun 1964, Vincent Geddis menyebut
area tersebut sebagai ‘Segitiga Bermuda yang mematikan’, setelah istilah
‘Segitiga Bermuda’ menjadi istilah yang biasa disebut. Segitiga bermuda
merupakan suatu tempat dimana di dasar laut tersebut terdapat sebuah piramid
besar mungkin lebih besar dari piramid yang ada di Kairo Mesir. Piramid
tersebut mempunyai jarak antara ujung piramid dan permukaan laut sekitar 500 m,
di ujung piramid tersebut terdapat dua rongga lubang lebih besar.
Dari berbagai peristiwa yang telah
disebutkan di atas, muncul lah berbagai spekulasi tentang segitiga Bermuda. Ada
yang berpandapat bahwa disana terdapat gas methan, merupakan tempat
berkumpulnya makhluk halus dan juga sebagai tempat “air kehidupan” yang sanggup
membuat awet muda dan panjang umur.
Berikut penjelasan nya :
Muatan berlebihan
(melebihi muatan yang ditentukan)
Peta
tempat-tempat yang mengandung gas methana
Perusahaan asuransi laut Lloyd's of London menyatakan bahwa
segitiga bermuda bukanlah lautan yang berbahaya dan sama seperti lautan biasa
di seluruh dunia, asalkan tidak membawa angkutan melebihi ketentuan ketika
melalui wilayah tersebut. Penjaga pantai mengkonfirmasi keputusan tersebut.
Penjelasan tersebut dianggap masuk akal, ditambah dengan sejumlah pengamatan
dan penyelidikan kasus.
Gas Methana dan
pusaran air
![]() |
| kawasan yang mengandung gas metana |
Penjelasan lain dari beberapa peristiwa
lenyapnya pesawat terbang dan kapal laut secara misterius adalah adanya gas metana di
wilayah perairan tersebut. Teori ini dipublikasikan untuk pertama kali tahun
1981 oleh Badan Penyelidikan Geologi Amerika Serikat. Teori ini berhasil diuji
coba di laboratorium dan hasilnya memuaskan beberapa orang tentang penjelasan
yang masuk akal seputar misteri lenyapnya pesawat-pesawat dan kapal laut yang
melintas di wilayah tersebut.
Menurut Bill Dillon dari U.S Geological
Survey, air bercahaya putih itulah penyebabnya. Didaerah segitiga maut Bermuda,
tapi juga di beberapa daerah lain sepanjang tepi pesisir benua, terdapat
"tambang metana". tambang ini terbentuk kalau gas metana menumpuk di
bawah dasar laut yang tidak dapat ditembusnya. Gas ini dapat muncul secara
tiba-tiba dari dasar laut retak.
Air yang dilalui gas ini mendidih
sampai terlihat sebagai "air bercahaya putih". Blow out serupa yg
pernah terjadi dilaut Kaspia sudah banyak menelan anjungan pengeboran minyak
sebagai korban. Regu penyelamat yang dikerahkan tidak menemukan sisa sama
sekali. Mungkin karena alat dan manusia yang menjadi korban tersedot pusaran
air, dan jatuh kedalam lubang bekas retakan dasar laut, lalu tanah dan air yang
semula naik ke atas tapi kemudian mengendap lagi didasar laut, menimbun mereka
semua.
Gempa laut dan
gelombang besar
Teori ini mengatakan gesekan dan
goncangan di tanah di dasar Lautan Atlantik menghasilkan gelombang dahsyat dan
seketika kapal-kapal menjadi hilang kendali dan langsung menuju dasar laut
dengan kuat hanya dalam beberapa detik. Adapun hubungannya dengan pesawat, maka
goncangan dan gelombang kuat tersebut menyebabkan hilangnya keseimbangan
pesawat serta tidak adanya kemampuan bagi pilot untuk menguasai pesawat.
Gravitasi
Gravitasi (medan graviti terbalik,
anomali magnetik graviti) dan hubungannya dengan apa yang terjadi di Segitiga
Bermuda; sesungguhnya kompas dan alat navigasi elektronik lainnya di dalam
pesawat pada saat terbang di atas Segitiga Bermuda akan goncang dan bergerak
tidak normal, begitu juga dengan kompas pada kapal, yang menunjukkan kuatnya
daya magnet dan anehnya gravitasi yang terbalik.
Pangkalan U.F.O.
Pemerintah dan Akademis Independen A.S.
mengatakan Segitiga Bermuda disebabkan karena tempat tersebut merupakan Pangkalan
UFO sekelompok
mahkluk luar angkasa/alien yang tidak mau diusik oleh manusia,
sehingga kendaraan apapun yang melewati teritorial tersebut akan terhisap dan diculik.
Ada yang mengatakan bahwa penyebabnya dikarenakan oleh adanya sumber magnet
terbesar di bumi yang tertanam di bawah Segitiga Bermuda, sehingga logam
berton-tonpun dapat tertarik ke dalam.
Lorong waktu (worm
holes)
Dalam sejarah, orang, kapal-kapal,
pesawat terbang dan lain-lain sebagainya yang hilang secara misterius seperti
yang sering kita dengar di perairan Segitiga Bermuda, sebenarnya adalah masuk
ke dalam lorong waktu yang misterius ini.
Seorang ilmuwan Amerika yang bernama Ado Snandick berpendapat,
mata manusia tidak bisa melihat keberadaan suatu benda dalam ruang lain, itulah
obyektifitas keberadaan lorong waktu.
Dalam penyelidikannya terhadap lorong
waktu, John Buckally mengemukakan
teori hipotesanya sebagai berikut:
- Obyektifitas
keberadaan lorong waktu adalah bersifat kematerialan, tidak terlihat,
tidak dapat disentuh, tertutup untuk dunia fana kehidupan umat manusia,
namun tidak mutlak, karena kadang-kadang ia akan membukanya.
- Lorong waktu
dengan dunia manusia bukanlah suatu sistem waktu, setelah memasuki
seperangkat sistem waktu, ada kemungkinan kembali ke masa lalu yang sangat
jauh, atau memasuki masa depan, karena di dalam lorong waktu tersebut,
waktu dapat bersifat searah maupun berlawanan arah, bisa bergerak lurus
juga bisa berbalik, dan bahkan bisa diam membeku.
- Terhadap dunia
fana di bumi, jika memasuki lorong waktu, berarti hilang secara misterius,
dan jika keluar dari lorong waktu itu, maka artinya adalah muncul lagi
secara misterius.
Disebabkan lorong waktu dan bumi bukan
merupakan sebuah sistem waktu, dan karena waktu bisa diam membeku, maka
meskipun telah hilang selama 3 tahun, 5 tahun, bahkan 30 atau 50 tahun,
waktunya sama seperti dengan satu atau setengah hari.
Meskipun beberapa teori dilontarkan,
namun tidak ada yang memuaskan sebab munculnya tambahan seperti benda asing
bersinar yang mengelilingi pesawat sebelum kontak dengan menara pengawas
terputus dan pesawat lenyap
Nah, bagaimana pendapatmu mengenai
hipotesa di atas? Berbicara soal kejadian di segitiga Bermuda, tidak hanya
sebagai peristiwa alam, tetapi banyak juga yang berpendapat bahwa kejadian
tersebut disebabkan oleh makhluk halus/jin. Kembali kepada kita mau mempercayai
yang mana. Silahkan menyimpulkan sendiri. Bye =D


