Rabu, 04 Desember 2013
Disini saya akan membahas tentang
jembatan yang konon katanya sudah lebih dari tujuh kali untuk direnovasi namun
selalu ambruk atau ambrol. Dari kejadian ini membuat warga disekitar
daerah tersebut bergumam atau beragumentasi seakan menyiratkan pesan bahwa
jembatan itu tidak mau di bangun..
Langsung saja kita topik pembahasan
nih...
Jembatan ini berada di sebuah desa yang
jauh dari jantung kota Klaten, Jawa tengah. Tepat nya di sebuah Dukuh Demangan
Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten. Menurut cerita warga setempat jembatan
ini sering di bayang-bayang oleh sesosok makhluk gaib. Jembatan ini sering
disebut sebagai jembatan Demangan atau sering juga di sebut sebagai Jembatan
Keramat. Jembatan ini merupakan jalur penghubung dengan desa di sebelah
timurnya yang berada di atas sungai yang lebar dan panjang. Sungai ini
merupakan anak sungai dari Bengawan Solo yang di panggil akrab nya dengan nama
Kali Dengkeng.
Bila kita tarik garis lurus, arah sungai
ini akan mengarah atau menuju ke wilayah Ki Ageng Pandanaran alias Sunan
Tembayat. Di atas sungai Dengkeng inilah Jembatan keramat atau Demangan ini di
bangun.
Menurut kisah, beberapa puluh tahun yang
lalu bentuk jembatan tersebut sangatlah sederhana yang hanya menggunakan bahan
kayu yang berasal dari pohon Donoloyo. Dan kabar nya, jembatan ini sudah ada
sekitar masa-masa kejayaan Majapahit. Sewaktu ini Prabu Brawijaya beserta
pengikut nya dari kerajaan ingin berkunjung ke Mataram. Namun saat perjalanan,
mereka terhenti di tengah-tengah sungai yang membentang. Lalu pada malam hari,
Prabu Brawijaya mengumpulkan pengikut nya untuk diajak bermusyawarah.
Setelah musyawarah tersebut sang prabu menyuruh para pengikut nya untuk besok
paginya membangun sebuah jembatan.
Suatu malam, Prabu Brawijaya jalan-jalan
di sepanjang sungai saat di tengah perjalanan nya ia di kejutkan oleh seseorang
yang di anggap nya aneh. Mengapa di sebutnya aneh? Karna di tengah malam ada
seorang pemancing ikan dalam posisi duduk. Dan aneh nya lagi, tubuh nya tidak
menyentuh tanah. Sang raja pun mendekat sehingga terjadilah perbincangan antara
mereka.
“maaf, selamat malam!”kisanak!” sapa
Prabu Brawijaya.
“Selamat malam!” pemancing itu menjawab.
“maaf mengganggu panjenangan,” timpal
Brawijaya
”oh tidak, apa-apa maaf jika boleh tau
siapakah tuan ini,”
“Saya hanyalah orang kecil yang hendak
menyeberang sungai ini,” Brawijaya merendah
“sepertinya engkau ini orang kaya setidak
nya bangsawan?”
“ah, tidak! Saya hanya kaum biasa,
kisanak”
“lantas, apakah maksud sampeyan menemui
saya.”
“bila kisanak berkenan, mau kah kisanak
membuat kan kami jembatan agar kami bisa melanjutkaan perjalanan!”
“apakah mungkin saya bisa?”
“saya yakin panjenangan bisa, berapa bun
biayanya akan saya bayar!.”
“soal biaya gampang, setelah pekerjaan
selesai.”
“Maaf kalau oleh tau, siapakah nama
kisanak?”
“nama saya Demang Entru.”
“baik Ki Demang, kapan siap mengerjakan?”
“karna hari ini telah larut, maka besok
pagi akan saya kerjakan”
“kalau begitu, kami permisi dulu. Terima
kasih Ki Demang.”
Mereka berjabat tangan, dan Brawijaya pun
meninggalkan lelaki setengah baya tersebut.
Ketika pagi menyingsing, alangkah terkejutnya
Brawijaya dan para pengikutnya melihat di depan mereka sudah ada jembatan yang
di buat dari kayu Donoloyo. Para pengikut pun mencari kesana kemari lelaki yang
di temui oleh Brawijaya kemarin malam. Namun tak di temukan, lalu Brawijaya
menyarankan untuk tidak mencarinya lagi karna ia tau bahwa sosok misterius
tersebut bukanlah sosok manusia biasa. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan
melewati jembatan itu.
Seiring dengan jaman nya, jembatan
tersebut oleh warga setempat mulai di renovasi dengan maksud untuk lebih
memperkokoh jembatan. Namun menurut sumber, sudah lebih dari tujuh kali selalu
ambruk. Fenomena itu menyiratkan bahwa jembatan memang tak mau dibangun. Warga
seperti makan buah simalakama di kerjakan salah tidak di kerjakan juga salah.
Bila tidak di kerjakan jembatan lama terlanjur di rubuh. Bila di teruskan
pembangunan nya selalu ambrol. Padahal jembatan itu merupakan penghubung utama
antara desa demangan dan desa majasto yang terletak di timur sungai.
Menyikapi hal tersebut, warga pun mendatang
kan orang ahli dalam hal metafisika alam gaib. Menurut salah seorang penduduk
desa Demangan, yang ketika itu mengikuti & menyaksikan ritual menyebutkan
bahwa jembatan tersebut bisa di renovasi & di bangun. Syrat nya
penunggu jembatan yang berada tepat di bawah jembatan tersebut harus di
pindah kan. Tempat tersebut berbentuk bekas pohon donoloyo. Beberapa tahun
lalu, sebelum di bangun jembatan bekas pohon dnoloyo itu sering di datangi para
pesugihan. Mereka sering melakukan tirakat kungkum/berendam diri. Menurut
sumber, bila kayu donoloyo itu di potong maka akan mengeluarkan darah. Benar
atau tidaknya tergantung dari sisi mana yag kita lihat. Setelah paranormal yg
enggan di sebut nama nya itu berhasil memindahkan Mpu Entru,
pembangunan pun bisa di teruskan. Namun, letakny sedikit bergeser kearah
selatan dari kediaman Mpu Entru.
Jadi begitu lah cerita tentang jembatan
keramat alias Demangan ini yang dapat saya diberikan, semoga bermanfaat. Dan saya ucapkan terima kasih.
1 komentar:
Ass..saya sangat bersyukur kepada ALLAH karna atas kehendaknya yg telah mempertemukan saya dgn KIYAI_JAYA dan atas bantuan KIYAI_JAYA yg melalui jalan togel ini saya sekaran bisa sukses dan sudah mempunyai usaha sendiri,nomor ritual KIYAI_JAYA meman selalu tepat dan terbukti dan bagi anda yg ingin sukses seperti saya silahkan hubungi KIYAI_JAYA di nomor beliau 0823_4853_5599 saya sih dulunya tidak percaya tp klau dipikir2 tidak ada salahnya juga saya coba mengikutu nomor ritual KIYAI_JAYA dan ternyata ALHAMDULILLAH berhasil,,!!! silahkan anda juga buktikan sendiri.
Posting Komentar