Rabu, 04 Desember 2013
Kisah ini memiliki
amanat tersendiri yang dapat kita ambil dan peroleh. Oleh karna itu saya akan
membahas lebih lanjut tentang LEGENDA GUNUNG KELAM. Silahkan disimak..!
Pada zaman dulu, ada dua orang keturunan dewa yang memiliki ilmu yang sangat tinggi. Mereka memiliki
sifat yang sangat berkebalikan. Yang pertama adalah Bujang Beji, ia memiliki
sifat yang sangat buruk karna keburukan nya itulah ia tidak di sukai oleh warga
setempat dan memiliki pengikut yang sedikit jumlah nya. Dan yang kedua bernama
Temenggung Murabai yang memiliki sifat yang sangat lah baik, pemurah, dan
sabar.kedua pemimpin ini memiliki kekuasaan sendiri. Dan pekerjaan utama mereka
selain berdagang serta bertani adalah menangkap ikan di sungai tempat kekuasaan
mereka. Daerah kekuasaan Bujang Beji adalah sungai di simpang kapuas dan daerah
kekuasaan Temenggung adalah sungai melawi.
Di sungai nya Temenggung selalu mendapat hasil ikan yang
berlimpah dengan cara menggunakan perangkap ikan raksasa dengan menutup
sebagian arus sungai memakai batu-batuan agar ikan mudah terperangkap. Ia hanya
mengambil ikan yang besar dan melepas ikan yang masih kecil agar ikan-ikan nya
tidak lekas punah.
Mendengar hal tersebut, Bujang Beji pun iri terhadap
Temenggung. Ia tidak mau kalah, lalu ia pun pergi ke sungai simpang kapuas
untuk menangkap ikan dengan cara meracun ikan-ikan tersebut dengan akar
tumbuhan. Ia senang karna hasil tangkapan nya melebihi hasil tangkapan
Temenggung. Namun, ia tidak meyadari bahwa perbuatan nya itu membuat ikan di
sungai nya menipis.semakin hari tangkapan nya semakin sedikit. Bujang beji pun
makin iri terhadap temenggung yang hasil tangkapan nya tidak berkurang. Dan
muncul lah ide-ide jahat nya, ia berniat menutup aluran sungai melawi dengann
batu besar di hulunya. Dengan itu, sungai melawi akan terbendung dan ikan nya
akan menetap dihulu sungai. Setelah merenung beberapa lama, ia pun segera
memutuskan untuk menopang bukit batu di Nanga Silat, Kabupaten Kapuas Hulu
dengan memanfaatkan kesaktian nya. Namun, dikarnakan jarak ia pun mengikat
puncak bukit dengan 7 lembar daun ilalang. Saat di perjalanan ia mendengar
suara para wanita yang seolah sedang menertawakannya dan ternyata itu ialah
para dewi-dewi yang ada di kayangan. Saat dipersimpangan sungai kapuas, bujang
beji mencoba untuk menoleh ke atas namun tidak di sangka ia menginjak duri yang
beracun dan seketika itu pula ke 7 lembar daun ilalang nya terputus
sehingga bukit batu yang di bawa nya terjatuh lalu tenggelam di sebuah rantau
(Jetak). Dengan marah bujang beji pun menatap dewi-dewi yang menertawakan nya
dan berniat membalas dendam, setelah itu ia mengangkat bukit yang bentuknya
memanjang untuk mencongkel puncak bukit batu yang tenggelam. Namun, tidak
berhasil dan ia pun gagal. Karna kegagalan nya ini, ia pun menanam pohon
kumpang mambo untuk pergi ke kayangan membinasakan para dewi yang
mwnertawainya. Dalam waktu beberapa hari pohon nya pun tumbuh menjulang hingga
tak terlihat ujung nya. Sebelum bujang beji ke kayangan ia mengadakan upacara
sesajian (Bedarak Begelak) yakni memberi makan binatang dan roh jahat agar tak
menghalangi perjalanan nya. Namun, karna kekeliruan nya ada beberapa
binatang yang tak ia sebutkan yakni rayap dan beruang.
Sehingga tidak dapat menikmati sesajian yang di berikan. Mereka pun marah dan
murka terhadap kekeliruan itu karna merasa di remehkan . mereka bermusyawarah
dan kompak untuk meroboh kan pohon yang akan di panjat bujang beji. Keesokan
nya, ketika bujang beji memanjat dan hampir mencapai kayangan tiba-tiba di
datangi lah pohon tersebut oleh kawanan binatang yang murka dan marah terhadap
bujang beji. Dan akhirnya bujang beji pun dan pohon ny roboh, pohon tersebut
terhempas di hulu sungai kapuas tepat nya di danau Luar dan danau Belidak. Dan
temenggu serta para dewi-dewi tarsebut pun terbebas dari rencana buruknya
bujang beji. Menurut alkisah, tubuh bujang beji dibagikan ke para warga untuk
di jadikan jimat, puncak bukit Nanga Silat menjelma menjadi Bukit Kelam dan
patahan bukit untuk mencongkel menjelma jadi bukit Liut serta bukit yang
menjadi pelampiasan bujang beji saat menginjak duri beracun pun di beri nama
bukit Rentap.
Nahh!! Begitulah kisah dari Legenda Bukit Kelam yang
dapat di terangkan oleh saya. Kisah yang barusan kita simak tersebut termasuk
dalam kisah teladan yang banyak mengandung pesan-pesan moral. Silahkan untuk
menyimpulkan sendiri, semoga bermanfaat. Dan demikian lah dari saya, saya
ucapkan terima kasih
0 komentar:
Posting Komentar